Teknik SEO Website Onpage, Website Nomor Satu Tanpa Backlink!

Diposting pada

Teknik SEO website onpage adalah teknik yang tidak boleh Anda lewatkan. Karena teknik ini merupakan teknik wajib, di mana walaupun Anda mengkombinasikan dengan offpage, tetap saja SEO onpage harus digunakan. Tetapi SEO onpage bisa berdiri sendiri, walaupun tanpa offpage. Jadi pada dasarnya SEO onpage ini sifatnya wajib. Jika Anda ingin memiliki website yang banyak visitor. Walaupun begitu, tetap saja SEO onpage memiliki kelemahan. Karena membutuhkan waktu yang lama untuk menaikkan peringkat website, khususnya bagi Anda yang hanya menjalankan metode ini dan tidak menggunakan backlink sama sekali, tanpa SEO offpage sama sekali. Mari baca selengkapnya.

 

Dasar-dasar SEO onpage

Untuk optimisasi search engine berbasis onpage, Anda akan berfokus pada beberapa hal di bawah ini:
1. Title tag
2. Meta description (Opsional)
3. URL
4. Image
5. Tag (H1, H2, dan H3)
6. Panjang artikel
7. Kualitas artikel (Termasuk originalitas artikelnya)
8. Long tail keyword
9. LSi artikel

 

Jadi di sini SEO onpage lebih ke arah setting website Anda sendiri. Khususnya artikel, di mana artikel yang dibuat harus benar-benar berkualitas. Anda dapat melihat kenapa situs AGC atau Auto Generated Content, tidak bertahan lama? Itu karena isi artikelnya tidak berkualitas. Rata-rata yang muncul hanya hasil pencarian di websitenya, jadi sejenis search engine dalam website. Namun ketika diclick tidak akan mengarah ke artikel melainkan akan berputar-putar terus. Jika ini berlangsung lama, maka tidak menutup kemungkinan jika situs tersebut akan diindeks oleh search engine Google, karena sekarang search engine Google sudah bisa membaca mana website yang memiliki low content, atau konten yang buruk, dan website mana yang memiliki konten bagus. Jadi Anda jangan bermain-main, khususnya jika ingin serius membuat website yang bagus. Di mana anggap saja Anda investasi waktu, jangan sampai waktu terbuang percuma karena membuat situs yang buruk.

 

Title tag & Meta description

Sesungguhnya untuk kedua hal ini tidak wajib. Walaupun jika Anda mempunyai waktu lebih, boleh menyempurnakannya. Untuk title tag usahakan keyword (Kata kunci) yang diincar pada awal judul. Untuk meta description sendiri, biasanya hanya untuk website yang menggunakan basis WordPress, karena jika menggunakan Blogspot, Anda tidak bisa mensetting meta description untuk artikel, hanya untuk homepage. Meta description diisi dengan max 156 karakter, kesimpulan dari artikel. Untuk WordPress Anda bisa menginstall All in One SEO pack.

 

URL yang mengandung keyword

[sociallocker]Mesin pencari google juga memberi nilai tambahan untuk URL yang singkat dan terdapat keyword. Hal ini juga membantu pengunjung untuk mengingat URL tersebut. Misalnya, http://pulungtribrata.com/?p=203 dan http://pulungtribrata.com/teknik-seo-onpage. Lebih enak dibaca yang mana? Pasti yang kedua. Selain enak dibaca, URL tersebut juga mudah diingat. Ditambah lagi google bisa meng-indeks keyword kita pada URL tersebut.

 

Image / Gambar

Image / Gambar sendiri sebenarnya dapat membantu penulis dalam menyampaikan pesan secara visual. Bayangkan jika sebuah postingan hanya ada tulisan. Hal tersebut akan membuat pengunjung merasa bosan membaca artikel tersebut. Akan tetapi, dalam penggunaan image / gambar ada aturan tersendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin meyisipkan gambar kedalam artikel antara lain :

 

1. Gunakan gambar yang relevan dengan yang Anda bahas di artikel Anda.
2. Perhatikan ukuran file image / gambar. Ini akan berpengaruh pada kinerja website untuk me-load artikel Anda.
3. Kompres / Kecilkan ukuran file gambar. Jika file gambar terasa besar dan dapat membuat website menjadi lambat. Ada baiknya dikecilkan ukurannya terlebih dahulu.
4. Tambah atribut alt agar dapat di-indeks juga oleh Google Image.

 

Tag H1, H2, H3

Untuk tag H1 digunakan untuk judul artikel, sementara pada homepage H1 untuk judul utama website. Sementara H2 dipasang setelah H1, dan H3 setelah H2, biasanya H3 untuk judul dari artikel di related posts. Jadi ada urutannya, bukan terbalik.

 

Panjang Artikel

Panjang artikel sendiri masih menjadi perdebatan diantara para senior SEO. Ada yang mengatakan bahwa 400 kata sudah memenuhi syarat dari Google, ada pula yang mengatakan 500 kata sebagai syarat minimum-nya. Kurang dari 400 kata tidak dianjurkan, karena google akan mengira bahwa artikel tersebut kurang berisi.

 

Kualitas Artikel

Buatlah artikel yang berkualitas. Yang mempunyai hubungan dengan niche dan keyword yang telah Anda target. Jangan hanya copy paste artikel orang lain. Hal ini bisa menjadi penentu urutan website Anda di mesin pencari Google.

 

Long Tail Keyword

Long tail keyword adalah kata kunci utama yang dikembangkan menjadi 4 suku kata atau lebih. Persaingan pada Long Tail keyword sendiri cukuplah rendah. Oleh karena itu, long tail keyword menjadi hal yang harus Anda perhitungkan dalam membuat artikel nantinya.

 

LSI (Latent Semantic Indexing)

Latent Semantic Indexing adalah kata kunci turunan yang memiliki relevansi dengan kata kunci yang Anda targetkan. Kata tersebut bisa jadi adalah sinonimnya atau kata tersebut mempunyai topik dan bahasan yang sama. Contoh: kata kunci “Bakso”. LSI-nya : “Bakso Malang”, “Bakso Tenis”, dan lain-lain.
Sekian artikel tentang teknik SEO website onpage, website nomor satu tanpa backlink. Semoga bermanfaat.[/sociallocker]

Gambar Gravatar
Stylist, Genius, Web Wizard, Professional Troublemaker, Blogger, Siri's Ex-Boyfriend. Collected all 151 Pokemon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *