{"id":4783,"date":"2024-02-11T07:48:14","date_gmt":"2024-02-10T22:48:14","guid":{"rendered":"https:\/\/pulung.net\/viral\/jenis-batuan-beku-yang-tidak-mencapai-permukaan-bumi-disebut-batuan\/"},"modified":"2024-02-11T07:48:14","modified_gmt":"2024-02-10T22:48:14","slug":"jenis-batuan-beku-yang-tidak-mencapai-permukaan-bumi-disebut-batuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pulung.net\/viral\/jenis-batuan-beku-yang-tidak-mencapai-permukaan-bumi-disebut-batuan\/","title":{"rendered":"Jenis Batuan Beku yang Tidak Mencapai Permukaan Bumi Disebut Batuan Plutonik"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia geologi, batuan beku terbentuk melalui proses pembekuan magma atau lava yang mendingin. Jenis batuan beku yang tidak mencapai permukaan bumi disebut batuan plutonik. Di balik keberadaannya yang tersembunyi, batuan plutonik memainkan peran penting dalam membentuk struktur bumi dan menyimpan berbagai macam mineral berharga.<\/p>\n<p>Proses pembentukan batuan plutonik terjadi di bawah permukaan bumi, di mana magma mendingin secara perlahan dalam waktu yang lama. Akibatnya, batuan plutonik memiliki tekstur dan struktur yang lebih kasar dibandingkan dengan batuan beku lainnya. Mari kita telusuri lebih dalam tentang jenis batuan beku yang unik ini.<\/p>\n<h2>Batuan Beku Intrusif<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4780\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/batuan-yang-banyak-terdapat-di-bumi.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Jenis Batuan Beku Yang Tidak Mencapai Permukaan Bumi Disebut Batuan\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/batuan-yang-banyak-terdapat-di-bumi.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/batuan-yang-banyak-terdapat-di-bumi.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/batuan-yang-banyak-terdapat-di-bumi.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Batuan beku intrusif adalah jenis batuan beku yang terbentuk ketika magma mendingin dan mengeras di bawah permukaan bumi. Magma adalah batuan cair yang terbentuk di dalam bumi, biasanya berasal dari mantel bumi. Ketika magma mendingin, mineral-mineral di dalamnya mengkristal dan membentuk batuan beku.<\/p>\n<p>Batuan beku intrusif biasanya memiliki tekstur kasar dan struktur masif, karena magma memiliki waktu yang lama untuk mendingin dan mengkristal.<\/p>\n<h3>Contoh Batuan Beku Intrusif<\/h3>\n<ul>\n<li>Granit: Granit adalah batuan beku intrusif yang paling umum. Granit memiliki tekstur kasar dan berwarna terang, dengan mineral-mineral seperti kuarsa, feldspar, dan mika.<\/li>\n<li>Diorit: Diorit adalah batuan beku intrusif yang mirip dengan granit, tetapi memiliki lebih banyak mineral berwarna gelap seperti hornblende dan piroksen.<\/li>\n<li>Gabro: Gabro adalah batuan beku intrusif yang berwarna gelap dan memiliki tekstur kasar. Gabro mengandung mineral-mineral seperti plagioklas, piroksen, dan olivin.<\/li>\n<li>Peridotit: Peridotit adalah batuan beku intrusif yang sangat gelap dan memiliki tekstur kasar. Peridotit mengandung mineral-mineral seperti olivin, piroksen, dan kromit.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Tekstur dan Struktur Batuan Beku Intrusif<\/h3>\n<p>Tekstur batuan beku intrusif dapat bervariasi tergantung pada ukuran kristal-kristal yang terbentuk. Tekstur kasar menunjukkan bahwa kristal-kristal yang terbentuk berukuran besar, sedangkan tekstur halus menunjukkan bahwa kristal-kristal yang terbentuk berukuran kecil. Struktur batuan beku intrusif dapat berupa masif, foliasi, atau breksi.<\/p>\n<p>Struktur masif berarti bahwa batuan beku intrusif tidak memiliki orientasi kristal yang jelas. Struktur foliasi berarti bahwa batuan beku intrusif memiliki orientasi kristal yang sejajar, yang dapat disebabkan oleh aliran magma atau tekanan tektonik. Struktur breksi berarti bahwa batuan beku intrusif mengandung fragmen-fragmen batuan lain yang telah terpecah dan tercampur dengan magma.<\/p>\n<h2>Batuan Beku Ekstrusif<\/h2>\n<p>Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan bumi. Magma adalah batuan cair pijar yang berasal dari dalam bumi. Ketika magma keluar ke permukaan bumi, ia akan mendingin dengan cepat dan mengeras menjadi batuan beku.<\/p>\n<p>Batuan beku ekstrusif sering disebut juga dengan batuan vulkanik, karena terbentuk dari aktivitas gunung berapi.<\/p>\n<h3>Contoh Batuan Beku Ekstrusif<\/h3>\n<ul>\n<li>Basalt<\/li>\n<li>Andesit<\/li>\n<li>Dasit<\/li>\n<li>Riolit<\/li>\n<li>Obsidian<\/li>\n<li>Pumice<\/li>\n<li>Scroia<\/li>\n<li>Lapili<\/li>\n<li>Lava<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Tekstur dan Struktur Batuan Beku Ekstrusif<\/h3>\n<p>Tekstur batuan beku ekstrusif dapat berupa:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Faneritik:<\/strong> Tekstur faneritik berarti batuan tersebut memiliki butiran mineral yang terlihat dengan mata telanjang.<\/li>\n<li><strong>Afanitik:<\/strong> Tekstur afanitik berarti batuan tersebut memiliki butiran mineral yang tidak terlihat dengan mata telanjang.<\/li>\n<li><strong>Porfiritik:<\/strong> Tekstur porfiritik berarti batuan tersebut memiliki butiran mineral yang besar (fenokris) yang tertanam dalam massa dasar yang halus (matriks).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Struktur batuan beku ekstrusif dapat berupa:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Masif:<\/strong> Struktur masif berarti batuan tersebut tidak memiliki struktur yang jelas.<\/li>\n<li><strong>Berlapis:<\/strong> Struktur berlapis berarti batuan tersebut memiliki lapisan-lapisan yang berbeda.<\/li>\n<li><strong>Berpori:<\/strong> Struktur berpori berarti batuan tersebut memiliki pori-pori yang terbentuk akibat lepasnya gas selama proses pendinginan magma.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Jenis Batuan Beku Intrusif<\/h2>\n<p>Batuan beku intrusif adalah jenis batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi. Batuan ini terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras di dalam kerak bumi. Magma adalah batuan cair yang berasal dari lapisan mantel bumi. Ketika magma mendingin dan mengeras, ia akan membentuk kristal-kristal mineral.<\/p>\n<p>Jenis mineral yang terbentuk tergantung pada komposisi magma dan kondisi pendinginannya. Batuan beku intrusif umumnya memiliki tekstur kasar dan padat, karena kristal-kristal mineral yang terbentuk memiliki ukuran yang besar.<\/p>\n<h3>Tabel Jenis Batuan Beku Intrusif<\/h3>\n<p>Berikut adalah tabel yang menunjukkan jenis-jenis batuan beku intrusif, komposisi mineralnya, dan lokasi ditemukannya:<\/p>\n<table>\n<tr>\n<th>Jenis Batuan<\/th>\n<th>Komposisi Mineral<\/th>\n<th>Lokasi Ditemukan<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Granit<\/td>\n<td>Kuartsa, feldspar, mika<\/td>\n<td>Pegunungan, batolit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Diorit<\/td>\n<td>Plagioklas, hornblende, piroksen<\/td>\n<td>Pegunungan, batolit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Gabro<\/td>\n<td>Plagioklas, piroksen, olivin<\/td>\n<td>Kompleks beku, batolit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Peridotit<\/td>\n<td>Olivin, piroksen, hornblende<\/td>\n<td>Kompleks beku, mantel bumi<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<h3>Diagram Hubungan antara Jenis Batuan Beku Intrusif dengan Kedalaman Tempat Pembentukannya<\/h3>\n<p>Diagram berikut menunjukkan hubungan antara jenis batuan beku intrusif dengan kedalaman tempat pembentukannya:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"diagram_hubungan_jenis_batuan_beku_intrusif_dengan_kedalaman_tempat_pembentukannya.png\" alt=\"Diagram Hubungan antara Jenis Batuan Beku Intrusif dengan Kedalaman Tempat Pembentukannya\" title=\"\"><\/p>\n<p>Dari diagram tersebut, dapat dilihat bahwa jenis batuan beku intrusif yang terbentuk pada kedalaman yang lebih besar umumnya memiliki tekstur yang lebih kasar dan padat, serta kandungan mineral yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan oleh proses pendinginan yang lebih lambat pada kedalaman yang lebih besar, sehingga kristal-kristal mineral yang terbentuk memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih banyak waktu untuk mengkristal.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jenis batuan beku intrusif yang terbentuk pada kedalaman yang lebih kecil umumnya memiliki tekstur yang lebih halus dan padat, serta kandungan mineral yang lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh proses pendinginan yang lebih cepat pada kedalaman yang lebih kecil, sehingga kristal-kristal mineral yang terbentuk memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih sedikit waktu untuk mengkristal.<\/p>\n<h2>Jenis Batuan Beku Ekstrusif<\/h2>\n<p>Batuan beku ekstrusif terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras di permukaan bumi. Magma ini berasal dari bawah permukaan bumi dan keluar melalui celah atau retakan di kerak bumi. Batuan beku ekstrusif biasanya memiliki tekstur halus dan vesikuler, yang berarti mengandung gelembung-gelembung gas.<\/p>\n<h3>Jenis-Jenis Batuan Beku Ekstrusif<\/h3>\n<p>Ada beberapa jenis batuan beku ekstrusif, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Basalt:<\/b> Basalt adalah jenis batuan beku ekstrusif yang paling umum. Basalt berwarna hitam atau abu-abu tua dan memiliki tekstur halus. Basalt ditemukan di banyak tempat di dunia, termasuk di dasar laut, di pulau-pulau vulkanik, dan di sepanjang batas lempeng tektonik.<\/li>\n<li><b>Andesit:<\/b> Andesit adalah jenis batuan beku ekstrusif yang berwarna abu-abu atau coklat. Andesit memiliki tekstur halus hingga sedang dan mengandung lebih banyak silika daripada basalt. Andesit ditemukan di banyak tempat di dunia, termasuk di gunung berapi, di sepanjang batas lempeng tektonik, dan di pulau-pulau vulkanik.<\/li>\n<li><b>Dasit:<\/b> Dasit adalah jenis batuan beku ekstrusif yang berwarna putih atau abu-abu muda. Dasit memiliki tekstur halus hingga kasar dan mengandung lebih banyak silika daripada andesit. Dasit ditemukan di banyak tempat di dunia, termasuk di gunung berapi, di sepanjang batas lempeng tektonik, dan di pulau-pulau vulkanik.<\/li>\n<li><b>Riolit:<\/b> Riolit adalah jenis batuan beku ekstrusif yang berwarna merah muda atau ungu. Riolit memiliki tekstur halus hingga kasar dan mengandung lebih banyak silika daripada dasit. Riolit ditemukan di banyak tempat di dunia, termasuk di gunung berapi, di sepanjang batas lempeng tektonik, dan di pulau-pulau vulkanik.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Lokasi Ditemukannya Batuan Beku Ekstrusif<\/h3>\n<p>Batuan beku ekstrusif dapat ditemukan di banyak tempat di dunia, termasuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Di dasar laut<\/li>\n<li>Di pulau-pulau vulkanik<\/li>\n<li>Di sepanjang batas lempeng tektonik<\/li>\n<li>Di gunung berapi<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Hubungan Antara Jenis Batuan Beku Ekstrusif dengan Lingkungan Tempat Pembentukannya<\/h3>\n<p>Jenis batuan beku ekstrusif yang terbentuk bergantung pada lingkungan tempat pembentukannya. Misalnya, basalt terbentuk di lingkungan yang kaya akan besi dan magnesium, sedangkan riolit terbentuk di lingkungan yang kaya akan silika.<\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"diagram_hubungan_jenis_batuan_beku_ekstrusif_dengan_lingkungan_tempat_pembentukannya.png\" alt=\"Diagram hubungan jenis batuan beku ekstrusif dengan lingkungan tempat pembentukannya\" title=\"\"><figcaption>Diagram hubungan jenis batuan beku ekstrusif dengan lingkungan tempat pembentukannya<\/figcaption><\/figure>\n<h2>Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif<\/h2>\n<p>Batuan beku intrusif dan ekstrusif terbentuk dari magma yang sama, namun memiliki perbedaan dalam proses pembentukannya. Batuan beku intrusif terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras di bawah permukaan bumi, sedangkan batuan beku ekstrusif terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras di atas permukaan bumi.<\/p>\n<h3>Perbedaan Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif<\/h3>\n<p>Perbedaan utama antara batuan beku intrusif dan ekstrusif terletak pada tekstur dan komposisi mineralnya. Batuan beku intrusif memiliki tekstur yang lebih kasar dan komposisi mineral yang lebih beragam dibandingkan dengan batuan beku ekstrusif. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam proses pendinginan magma.<\/p>\n<p>Magma yang mendingin secara perlahan di bawah permukaan bumi memiliki waktu yang lebih lama untuk membentuk kristal, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kasar. Sedangkan magma yang mendingin dengan cepat di atas permukaan bumi tidak memiliki cukup waktu untuk membentuk kristal, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih halus.<\/p>\n<h3>Contoh Batuan Beku Intrusif dan Ekstrusif<\/h3>\n<p>Beberapa contoh batuan beku intrusif yang umum ditemukan di Indonesia antara lain granit, diorit, dan gabro. Sedangkan beberapa contoh batuan beku ekstrusif yang umum ditemukan di Indonesia antara lain basalt, andesit, dan riolit.<\/p>\n<h2>Manfaat Batuan Beku<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4781\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jenis-batuan-bekujpg-20220215082629.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"465\" alt=\"Jenis Batuan Beku Yang Tidak Mencapai Permukaan Bumi Disebut Batuan\" title=\"Jenis Batuan Beku Yang Tidak Mencapai Permukaan Bumi Disebut Batuan\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jenis-batuan-bekujpg-20220215082629.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jenis-batuan-bekujpg-20220215082629.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jenis-batuan-bekujpg-20220215082629.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Batuan beku memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sifat-sifatnya yang unik membuatnya banyak digunakan dalam berbagai bidang.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah beberapa manfaat batuan beku:<\/p>\n<h3>Bahan Bangunan<\/h3>\n<ul>\n<li>Batuan beku seperti granit dan marmer sering digunakan sebagai bahan bangunan, baik untuk eksterior maupun interior.<\/li>\n<li>Granit dikenal dengan kekuatan dan ketahanannya, sehingga cocok untuk digunakan sebagai lantai, dinding, dan countertops.<\/li>\n<li>Marmer memiliki tampilan yang elegan dan mewah, sehingga sering digunakan untuk lantai, dinding, dan patung.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Konstruksi<\/h3>\n<ul>\n<li>Batuan beku seperti basalt dan andesit sering digunakan dalam konstruksi, terutama untuk pembangunan jalan, jembatan, dan gedung.<\/li>\n<li>Basalt memiliki sifat yang kuat dan tahan lama, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar jalan dan jembatan.<\/li>\n<li>Andesit memiliki sifat yang keras dan padat, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan bangunan gedung.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Dekorasi<\/h3>\n<ul>\n<li>Batuan beku seperti obsidian dan jasper sering digunakan untuk membuat perhiasan dan dekorasi.<\/li>\n<li>Obsidian memiliki tampilan yang berkilau dan berwarna-warni, sehingga cocok untuk digunakan sebagai perhiasan dan patung.<\/li>\n<li>Jasper memiliki tampilan yang unik dan berwarna-warni, sehingga cocok untuk digunakan sebagai perhiasan dan dekorasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Dampak Batuan Beku terhadap Lingkungan<\/h2>\n<p>Batuan beku memiliki dampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Dampak positifnya meliputi pembentukan tanah, penyediaan sumber daya alam, dan perlindungan air tanah. Dampak negatifnya meliputi polusi udara, perubahan iklim, dan erosi tanah.<\/p>\n<h3>Dampak Positif Batuan Beku terhadap Lingkungan<\/h3>\n<ul>\n<li><b>Pembentukan Tanah:<\/b> Batuan beku yang mengalami pelapukan dan erosi menghasilkan tanah. Tanah ini kaya akan mineral dan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan tanaman.<\/li>\n<li><b>Penyediaan Sumber Daya Alam:<\/b> Batuan beku mengandung berbagai macam sumber daya alam, seperti mineral, logam, dan batu mulia. Sumber daya alam ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti konstruksi, industri, dan perhiasan.<\/li>\n<li><b>Perlindungan Air Tanah:<\/b> Batuan beku yang tidak berpori dan tidak retak dapat melindungi air tanah dari kontaminasi. Air tanah merupakan sumber air bersih yang penting bagi manusia dan hewan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Dampak Negatif Batuan Beku terhadap Lingkungan<\/h3>\n<ul>\n<li><b>Polusi Udara:<\/b> Aktivitas penambangan dan pengolahan batuan beku dapat menghasilkan polutan udara, seperti debu, gas, dan partikel. Polutan udara ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti asma, bronkitis, dan kanker paru-paru.<\/li>\n<li><b>Perubahan Iklim:<\/b> Penambangan dan pengolahan batuan beku dapat melepaskan gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan metana. Gas rumah kaca ini berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang dapat menyebabkan peningkatan suhu global, perubahan pola cuaca, dan bencana alam yang lebih sering terjadi.<\/li>\n<li><b>Erosi Tanah:<\/b> Batuan beku yang mengalami pelapukan dan erosi dapat menghasilkan tanah yang tidak stabil. Tanah yang tidak stabil ini mudah terkikis oleh angin dan air, yang dapat menyebabkan erosi tanah. Erosi tanah dapat merusak lingkungan dan menyebabkan banjir, kekeringan, dan kehilangan keanekaragaman hayati.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Terakhir<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4782\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/png_jjupk4_3928.png?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"647\" alt=\"Jenis Batuan Beku Yang Tidak Mencapai Permukaan Bumi Disebut Batuan terbaru\" title=\"Jenis Batuan Beku Yang Tidak Mencapai Permukaan Bumi Disebut Batuan terbaru\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/png_jjupk4_3928.png?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/png_jjupk4_3928.png?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/png_jjupk4_3928.png?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Batuan plutonik menyimpan banyak rahasia tentang sejarah bumi dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Melalui studi lebih lanjut, kita dapat terus mengungkap misteri batuan plutonik dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan manusia. Siapa sangka, batuan yang tersembunyi di bawah kaki kita menyimpan begitu banyak cerita dan manfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia geologi, batuan beku terbentuk melalui proses pembekuan magma atau lava yang mendingin. Jenis batuan beku yang tidak mencapai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4782,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[175],"tags":[],"class_list":["post-4783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}