{"id":2278,"date":"2024-02-10T22:28:16","date_gmt":"2024-02-10T13:28:16","guid":{"rendered":"https:\/\/pulung.net\/viral\/bagai-anjing-berebut-tulang\/"},"modified":"2024-02-10T22:28:16","modified_gmt":"2024-02-10T13:28:16","slug":"bagai-anjing-berebut-tulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pulung.net\/viral\/bagai-anjing-berebut-tulang\/","title":{"rendered":"Bagai Anjing Berebut Tulang: Persaingan Sengit dan Tak Bermoral"},"content":{"rendered":"<p>Dalam kehidupan, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Persaingan ini terkadang bisa sangat sengit dan tidak bermoral, bagai anjing berebut tulang.<\/p>\n<p>Peribahasa &#8220;bagai anjing berebut tulang&#8221; menggambarkan situasi persaingan yang sangat ketat dan tidak mengenal belas kasihan. Kedua belah pihak saling berebut sesuatu dengan cara apa pun, tanpa mempedulikan perasaan atau kepentingan pihak lain.<\/p>\n<h2>Arti Bagai Anjing Berebut Tulang<\/h2>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; menggambarkan situasi yang menggambarkan persaingan yang sangat sengit untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, terutama ketika banyak orang atau pihak yang memperebutkannya.<\/p>\n<p>Contoh kalimat menggunakan peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221;:<\/p>\n<ul>\n<li>Para peserta lomba lari berlari bagai anjing berebut tulang untuk mencapai garis finis.<\/li>\n<li>Para pedagang kaki lima berjualan bagai anjing berebut tulang untuk mendapatkan pelanggan.<\/li>\n<li>Para politikus saling menyerang bagai anjing berebut tulang untuk mendapatkan kekuasaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Asal Usul Bagai Anjing Berebut Tulang<\/h2>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; menggambarkan situasi di mana orang-orang saling bersaing secara sengit untuk mendapatkan sesuatu yang berharga.<\/p>\n<p>Asal usul peribahasa ini berasal dari perilaku anjing yang sering terlihat berebut tulang. Anjing dikenal sebagai hewan yang sangat menyukai tulang dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Ketika mereka melihat tulang, mereka akan langsung menerjang dan berusaha merebutnya dari anjing lain.<\/p>\n<p>Perilaku ini seringkali terlihat ketika ada pemilik anjing yang memberikan tulang kepada anjing-anjingnya. Anjing-anjing tersebut akan langsung berebut tulang tersebut dan saling menggigit untuk mendapatkannya.<\/p>\n<h3>Versi dan Variasi Lain<\/h3>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; memiliki beberapa versi dan variasi dalam budaya atau bahasa lain. Dalam bahasa Inggris, peribahasa ini dikenal dengan istilah &#8220;Like dogs fighting over a bone&#8221;. Peribahasa ini memiliki makna yang sama dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia, yaitu menggambarkan situasi di mana orang-orang saling bersaing secara sengit untuk mendapatkan sesuatu yang berharga.<\/p>\n<p>Di beberapa budaya lain, peribahasa ini juga memiliki versi dan variasi yang berbeda. Misalnya, dalam budaya Jepang, ada peribahasa yang berbunyi &#8220;\u72ac\u3082\u98df\u308f\u306c\u307b\u3069\u306e\u4e89\u3044&#8221; (inu mo kuwanu hodo no arasoi), yang berarti &#8220;persaingan yang bahkan anjing pun tidak akan memakannya&#8221;. Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan situasi di mana orang-orang saling bersaing secara sengit untuk mendapatkan sesuatu yang tidak berharga.<\/p>\n<h2>Sifat dan Perilaku Anjing<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2273\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/seperti-anjing-menyalak-bukit-l.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Bagai Anjing Berebut Tulang terbaru\" title=\"Bagai Anjing Berebut Tulang\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/seperti-anjing-menyalak-bukit-l.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/seperti-anjing-menyalak-bukit-l.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/seperti-anjing-menyalak-bukit-l.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Anjing dikenal sebagai hewan peliharaan yang setia dan menggemaskan. Namun, dalam peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221;, anjing digambarkan sebagai hewan yang rakus dan saling berebut untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sifat dan perilaku anjing yang relevan dengan peribahasa ini meliputi:<\/p>\n<h3>Sifat Rakus dan Egois<\/h3>\n<p>Anjing dikenal memiliki sifat rakus dan egois. Mereka cenderung memperebutkan makanan, mainan, atau perhatian dari pemiliknya. Sifat ini dapat dikaitkan dengan makna peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221;, yang menggambarkan situasi di mana orang-orang saling berebut sesuatu yang diinginkan dengan cara yang tidak etis dan tidak peduli dengan orang lain.<\/p>\n<h3>Sifat Dominan dan Agresif<\/h3>\n<p>Anjing juga dikenal memiliki sifat dominan dan agresif. Mereka cenderung memperebutkan wilayah, makanan, atau pasangan dengan cara yang agresif. Sifat ini dapat dikaitkan dengan makna peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221;, yang menggambarkan situasi di mana orang-orang saling berebut sesuatu yang diinginkan dengan cara yang kasar dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.<\/p>\n<h3>Sifat Setia dan Patuh<\/h3>\n<p>Di sisi lain, anjing juga dikenal memiliki sifat setia dan patuh. Mereka cenderung mengikuti perintah pemiliknya dan menjaga keamanan pemiliknya. Sifat ini dapat dikaitkan dengan makna peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221;, yang menggambarkan situasi di mana orang-orang saling berebut sesuatu yang diinginkan dengan cara yang tidak etis dan tidak peduli dengan orang lain.<\/p>\n<p>Namun, dalam konteks ini, sifat setia dan patuh anjing dapat dilihat sebagai sifat yang negatif, karena mereka cenderung mengikuti perintah pemiliknya tanpa mempertanyakan, meskipun perintah tersebut tidak etis atau merugikan orang lain.<\/p>\n<h2>Dampak Peribahasa pada Masyarakat<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2274\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"394\" alt=\"Bagai Anjing Berebut Tulang terbaru\" title=\"Bagai Anjing Berebut Tulang terbaru\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; merupakan peribahasa yang sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana dua atau lebih orang saling berebut sesuatu dengan sengit. Peribahasa ini memiliki dampak yang signifikan terhadap pandangan dan perilaku masyarakat.<\/p>\n<p>Peribahasa ini mengajarkan masyarakat untuk tidak bersikap serakah dan tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Masyarakat yang menganut nilai-nilai peribahasa ini akan cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak mudah tergiur oleh keuntungan sesaat. Mereka akan lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.<\/p>\n<h3>Contoh Penggunaan Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; dalam Kehidupan Sehari-hari<\/h3>\n<ul>\n<li>Dalam dunia politik, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan persaingan yang sengit antara dua atau lebih partai politik untuk memperebutkan kekuasaan.<\/li>\n<li>Dalam dunia bisnis, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan persaingan yang sengit antara dua atau lebih perusahaan untuk memperebutkan pangsa pasar.<\/li>\n<li>Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan persaingan yang sengit antara dua atau lebih orang untuk memperebutkan sesuatu, seperti pekerjaan, pasangan, atau harta.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Penggunaan Peribahasa dalam Karya Seni<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2275\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/2014120120140224Ledakan-Bom-Palu-240214-bmz-7xxxxx-1.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Bagai Anjing Berebut Tulang terbaru\" title=\"Bagai Anjing Berebut Tulang\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/2014120120140224Ledakan-Bom-Palu-240214-bmz-7xxxxx-1.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/2014120120140224Ledakan-Bom-Palu-240214-bmz-7xxxxx-1.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/2014120120140224Ledakan-Bom-Palu-240214-bmz-7xxxxx-1.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; sering digunakan dalam karya seni untuk menggambarkan situasi di mana orang atau kelompok bersaing sengit untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Peribahasa ini dapat menambah makna dan kedalaman pada karya seni dengan cara berikut:<\/p>\n<h3>Sastra<\/h3>\n<ul>\n<li>Dalam novel &#8220;Laskar Pelangi&#8221; karya Andrea Hirata, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan persaingan sengit antara para siswa dalam mendapatkan nilai terbaik.<\/li>\n<li>Dalam cerita pendek &#8220;Tulang-Tulang&#8221; karya Budi Darma, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan persaingan sengit antara dua keluarga untuk mendapatkan warisan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Film<\/h3>\n<ul>\n<li>Dalam film &#8220;The Hunger Games&#8221;, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan persaingan sengit antara para peserta dalam memperebutkan kemenangan.<\/li>\n<li>Dalam film &#8220;The Wolf of Wall Street&#8221;, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan persaingan sengit antara para pialang saham dalam memperebutkan keuntungan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Seni Rupa<\/h3>\n<ul>\n<li>Dalam lukisan &#8220;The Fighting Temeraire&#8221; karya J.M.W. Turner, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan persaingan sengit antara kapal uap dan kapal layar.<\/li>\n<li>Dalam patung &#8220;The Struggle&#8221; karya Auguste Rodin, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan persaingan sengit antara dua orang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Perbandingan dengan Peribahasa Lain<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2276\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/bagai-anjing-melintang-denai.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"393\" alt=\"Bagai Anjing Berebut Tulang terbaru\" title=\"Bagai Anjing Berebut Tulang\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/bagai-anjing-melintang-denai.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/bagai-anjing-melintang-denai.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/bagai-anjing-melintang-denai.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; memiliki makna yang serupa dengan beberapa peribahasa lain dalam berbagai bahasa. Berikut adalah tabel yang membandingkan peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; dengan peribahasa lain yang memiliki makna serupa:<\/p>\n<table>\n<tr>\n<th>Peribahasa<\/th>\n<th>Bahasa<\/th>\n<th>Arti<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bagai Anjing Berebut Tulang<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<td>Perebutan sengit untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>A Bone of Contention<\/td>\n<td>Inggris<\/td>\n<td>Suatu masalah atau situasi yang menjadi perdebatan atau konflik.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Un os \u00e0 ronger<\/td>\n<td>Prancis<\/td>\n<td>Sebuah tulang untuk digerogoti (menunjukkan sesuatu yang sulit atau menantang).<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\u9aa8\u8089\u76f8\u6b8b<\/td>\n<td>Mandarin<\/td>\n<td>Saudara kandung yang saling bertengkar atau bersaing.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\u72ac\u733f\u306e\u4ef2<\/td>\n<td>Jepang<\/td>\n<td>Hubungan yang buruk atau bermusuhan antara dua orang atau kelompok.<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>Persamaan antara peribahasa-peribahasa tersebut adalah bahwa semuanya menggambarkan situasi di mana dua pihak atau lebih bersaing untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Perbedaannya terletak pada detail spesifik dari situasi yang digambarkan. Misalnya, peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; secara khusus menggambarkan perebutan yang sengit dan kompetitif, sedangkan peribahasa &#8220;A Bone of Contention&#8221; lebih umum dan dapat merujuk pada berbagai jenis perdebatan atau konflik.<\/p>\n<h2>Relevansi Peribahasa di Era Modern<\/h2>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; masih sangat relevan di era modern. Peribahasa ini menggambarkan situasi di mana orang-orang bertengkar atau bersaing secara sengit untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Dalam dunia saat ini, kita dapat melihat banyak contoh bagaimana peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan situasi atau perilaku yang terjadi.<\/p>\n<h3>Contoh-Contoh Relevansi Peribahasa<\/h3>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh bagaimana peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; dapat digunakan untuk menggambarkan situasi atau perilaku yang terjadi di dunia saat ini:<\/p>\n<ul>\n<li><b>Perebutan Kekuasaan Politik:<\/b> Dalam dunia politik, sering terjadi persaingan yang sengit antara partai-partai atau politisi untuk mendapatkan kekuasaan. Mereka saling berebut jabatan dan pengaruh, dan tidak segan-segan untuk menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuan mereka.<\/li>\n<li><b>Persaingan Bisnis:<\/b> Di dunia bisnis, perusahaan-perusahaan sering bersaing secara sengit untuk mendapatkan pangsa pasar dan keuntungan. Mereka saling berebut pelanggan dan berusaha untuk menjatuhkan satu sama lain. Persaingan ini terkadang bisa sangat tidak sehat dan merugikan semua pihak.<\/li>\n<li><b>Perebutan Sumber Daya Alam:<\/b> Di banyak negara, terjadi perebutan sumber daya alam yang sengit antara perusahaan-perusahaan tambang, minyak, dan gas. Mereka saling berebut untuk mendapatkan akses ke sumber daya alam tersebut, dan tidak segan-segan untuk merusak lingkungan dan menggusur masyarakat setempat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Pelajaran yang Dapat Dipetik<\/h2>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; mengandung banyak pelajaran hidup yang berharga. Pelajaran-pelajaran ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan interpersonal hingga persaingan bisnis.<\/p>\n<p>Salah satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari peribahasa ini adalah pentingnya memprioritaskan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri. Dalam kehidupan yang penuh persaingan, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus memperebutkan sesuatu dengan orang lain. Dalam situasi seperti ini, penting untuk tetap fokus pada tujuan dan kepentingan diri sendiri, tanpa mengorbankan nilai-nilai dan prinsip yang kita anut.<\/p>\n<h3>Menjaga Ketenangan dan Kehati-hatian<\/h3>\n<p>Peribahasa &#8220;Bagai Anjing Berebut Tulang&#8221; juga mengajarkan pentingnya menjaga ketenangan dan kehati-hatian dalam menghadapi situasi yang kompetitif. Ketika kita terburu-buru atau bertindak impulsif, kita cenderung membuat kesalahan yang dapat merugikan diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk tetap tenang dan berpikir jernih sebelum mengambil tindakan apa pun, terutama dalam situasi yang penuh persaingan.<\/p>\n<h3>Menghargai dan Memelihara Hubungan Baik<\/h3>\n<p>Pelajaran penting lainnya yang dapat dipetik dari peribahasa ini adalah pentingnya menghargai dan memelihara hubungan baik dengan orang lain. Dalam kehidupan yang penuh persaingan, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus bersaing dengan orang lain. Namun, persaingan tidak seharusnya merusak hubungan baik yang sudah terjalin.<\/p>\n<p>Sebaliknya, kita harus berusaha untuk tetap menjaga hubungan baik dengan orang lain, meskipun kita sedang bersaing dengan mereka.<\/p>\n<h2>Akhir Kata<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2277\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing2.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"440\" alt=\"Bagai Anjing Berebut Tulang\" title=\"Bagai Anjing Berebut Tulang terbaru\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing2.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing2.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Memberikan-Tulang-Pada-Anjing2.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Peribahasa &#8220;bagai anjing berebut tulang&#8221; mengajarkan kita untuk menghindari persaingan yang tidak sehat dan tidak bermoral. Kita harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam setiap persaingan yang kita lakukan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kehidupan, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2277,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[175],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2278"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}