{"id":22142,"date":"2024-08-20T04:31:57","date_gmt":"2024-08-19T19:31:57","guid":{"rendered":"https:\/\/pulung.net\/viral\/kelebihan-dan-kekurangan-orde-baru-2\/"},"modified":"2024-08-20T04:31:57","modified_gmt":"2024-08-19T19:31:57","slug":"kelebihan-dan-kekurangan-orde-baru-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pulung.net\/viral\/kelebihan-dan-kekurangan-orde-baru-2\/","title":{"rendered":"Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru: Era Pembangunan dan Kontroversi"},"content":{"rendered":"<p> <strong>Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru<\/strong> &#8211; Orde Baru, era yang membentang selama tiga dekade, meninggalkan jejak yang dalam di benak rakyat Indonesia. Periode ini, yang diwarnai dengan pembangunan ekonomi yang pesat dan stabilitas politik yang relatif terjaga, juga menyimpan catatan kelam berupa pelanggaran HAM dan praktik korupsi yang merajalela.<\/p>\n<p>Seperti layaknya koin dengan dua sisi, Orde Baru menghadirkan paradoks yang sulit dipisahkan: kemajuan ekonomi diiringi dengan penindasan politik, pembangunan infrastruktur yang megah dibayangi oleh ketidakadilan sosial. <\/p>\n<p>Melalui analisis yang mendalam, kita akan menyelami aspek ekonomi, politik, dan sosial budaya yang membentuk wajah Orde Baru. Dengan menelisik kebijakan yang diterapkan, dampak yang ditimbulkan, dan kontribusi yang diberikan, kita akan memahami bagaimana era ini membentuk Indonesia hingga saat ini.<\/p>\n<h2>Aspek Ekonomi<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22138\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/penerapan-pancasila-masa-orde-baru-senkeit.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/penerapan-pancasila-masa-orde-baru-senkeit.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/penerapan-pancasila-masa-orde-baru-senkeit.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/penerapan-pancasila-masa-orde-baru-senkeit.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Orde Baru menorehkan jejak yang dalam di kancah ekonomi Indonesia. Era ini diwarnai dengan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, seperti halnya roda kehidupan, perjalanan Orde Baru diwarnai dengan pasang surut, kejayaan dan juga kekecewaan.<\/p>\n<\/p>\n<h3>Dampak Kebijakan Ekonomi Orde Baru<\/h3>\n<p>Kebijakan ekonomi Orde Baru, yang didasari oleh pendekatan pembangunan yang terencana dan berorientasi pada pertumbuhan, membawa Indonesia menuju era keemasan. Era ini diwarnai dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, stabilitas politik yang relatif terjaga, dan munculnya kelas menengah baru. Program pembangunan yang dijalankan dengan gigih, seperti pembangunan infrastruktur, industri, dan pertanian, mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.<\/p>\n<\/p>\n<h3>Perbandingan Kondisi Ekonomi Indonesia Sebelum dan Sesudah Orde Baru, Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru<\/h3>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Sebelum Orde Baru (1965)<\/th>\n<th>Sesudah Orde Baru (1966-1998)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pertumbuhan Ekonomi<\/td>\n<td>Negatif, terpuruk akibat inflasi tinggi dan ketidakstabilan politik<\/td>\n<td>Rata-rata 7% per tahun, pertumbuhan ekonomi yang pesat<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tingkat Kemiskinan<\/td>\n<td>Tinggi, mencapai 60%<\/td>\n<td>Menurun drastis, mencapai sekitar 10%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Struktur Ekonomi<\/td>\n<td>Agrikultur, dengan kontribusi yang besar terhadap PDB<\/td>\n<td>Diversifikasi, dengan sektor industri dan jasa semakin berkembang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ketergantungan pada Impor<\/td>\n<td>Tinggi, terutama untuk kebutuhan pokok<\/td>\n<td>Menurun, dengan peningkatan produksi domestik<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3>Contoh Kebijakan Ekonomi Orde Baru yang Berhasil dan Gagal<\/h3>\n<h4>Kebijakan Ekonomi yang Berhasil<\/h4>\n<ul>\n<li><strong>Program Repelita<\/strong>: Program ini merupakan serangkaian rencana pembangunan lima tahunan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Program Repelita berhasil dalam meningkatkan produksi pangan, membangun infrastruktur, dan mengembangkan sektor industri. Hal ini tercermin dalam peningkatan PDB dan penurunan tingkat kemiskinan.<\/p>\n<\/li>\n<li><strong>Kebijakan Devaluasi Rupiah (1978)<\/strong>: Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Devaluasi rupiah berhasil meningkatkan ekspor dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, kebijakan ini juga memicu inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. <\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kebijakan Ekonomi yang Gagal<\/h4>\n<ul>\n<li><strong>Kebijakan Liberalisasi Ekonomi<\/strong>: Kebijakan ini, yang diterapkan pada akhir era Orde Baru, membuka pasar Indonesia bagi investor asing. Meskipun dimaksudkan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan ini justru memicu krisis moneter tahun 1997-1998. Liberalisasi ekonomi yang terlalu cepat dan tidak terkontrol menyebabkan arus modal asing keluar secara besar-besaran, melemahkan nilai rupiah, dan memicu krisis ekonomi.<\/p>\n<\/li>\n<li><strong>Kebijakan Korporatisasi BUMN<\/strong>: Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas BUMN. Namun, kebijakan ini justru membuka peluang bagi korupsi dan penyalahgunaan wewenang, yang pada akhirnya merugikan negara dan rakyat. <\/li>\n<\/ul>\n<h2>Aspek Politik<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22139\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/PicsArt_02-01-10.27.22.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/PicsArt_02-01-10.27.22.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/PicsArt_02-01-10.27.22.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/PicsArt_02-01-10.27.22.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Orde Baru, era yang dipimpin oleh Soeharto, menandai babak baru dalam sejarah politik Indonesia. Era ini ditandai dengan stabilitas politik yang relatif lama, pembangunan ekonomi yang pesat, dan kontrol ketat terhadap kehidupan masyarakat. Namun, di balik kejayaan Orde Baru, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan era ini bertahan lama, peran militer yang dominan, dan sistem politik yang berbeda dengan Orde Lama.<\/p>\n<h3>Faktor-faktor Keberhasilan Orde Baru Bertahan Lama<\/h3>\n<p>Orde Baru berhasil bertahan selama lebih dari tiga dekade, berkat sejumlah faktor yang saling terkait. <\/p>\n<ul>\n<li><strong>Stabilitas Politik:<\/strong>Orde Baru berhasil menciptakan stabilitas politik yang relatif lama, yang memungkinkan pembangunan ekonomi berjalan lancar. Hal ini dicapai melalui kontrol ketat terhadap partai politik dan media, serta penegakan hukum yang tegas. <\/li>\n<li><strong>Pertumbuhan Ekonomi:<\/strong>Pembangunan ekonomi yang pesat di era Orde Baru, terutama di sektor minyak dan gas bumi, berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan. Keberhasilan ini memberikan legitimasi politik bagi Soeharto dan Orde Baru. <\/li>\n<li><strong>Dukungan Militer:<\/strong>Militer memegang peranan penting dalam Orde Baru, baik dalam menjaga stabilitas politik maupun dalam pelaksanaan pembangunan. Soeharto, yang berasal dari latar belakang militer, memiliki loyalitas tinggi dari para perwira militer. <\/li>\n<li><strong>Manipulasi Politik:<\/strong>Orde Baru menggunakan berbagai strategi politik untuk mempertahankan kekuasaannya, termasuk manipulasi pemilu, penindasan terhadap lawan politik, dan propaganda yang meluas. <\/li>\n<\/ul>\n<h3>Peran Militer dalam Pemerintahan Orde Baru<\/h3>\n<p>Militer memiliki peran yang sangat dominan dalam pemerintahan Orde Baru. <\/p>\n<ul>\n<li><strong>Jabatan Strategis:<\/strong>Perwira militer menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan, seperti menteri, gubernur, dan kepala daerah. Hal ini menunjukkan pengaruh besar militer dalam pengambilan keputusan politik. <\/li>\n<li><strong>Pengawasan Masyarakat:<\/strong>Militer juga berperan dalam pengawasan masyarakat, melalui operasi intelijen dan penindakan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengancam stabilitas. <\/li>\n<li><strong>Pengendalian Media:<\/strong>Militer memiliki kontrol yang kuat terhadap media massa, yang digunakan untuk menyebarkan propaganda dan membungkam kritik terhadap pemerintah. <\/li>\n<\/ul>\n<h3>Perbedaan Sistem Politik Orde Lama dan Orde Baru<\/h3>\n<p>Sistem politik Orde Lama dan Orde Baru memiliki perbedaan yang signifikan. <\/p>\n<p>Orde Baru, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah Indonesia. Stabilitas ekonomi yang diraih di era ini,  seperti kemewahan wastafel dengan leher angsa <a href=\"https:\/\/pulung.net\/viral\/leher-angsa-wastafel\/\">yang menjulang tinggi<\/a> ,  berbanding terbalik dengan kritik terhadap  pelanggaran HAM dan  penghilangan demokrasi.<\/p>\n<p> Masih banyak pertanyaan yang menggantung,  mengingatkan kita bahwa  perjalanan bangsa  tak lepas dari  pencarian keseimbangan antara  kemajuan dan keadilan. <\/p>\n<table>\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Orde Lama<\/th>\n<th>Orde Baru<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sistem Politik<\/td>\n<td>Demokrasi Terpimpin<\/td>\n<td>Demokrasi Pancasila<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kekuasaan Eksekutif<\/td>\n<td>Terpusat pada Presiden Soekarno<\/td>\n<td>Terpusat pada Presiden Soeharto<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Peran Militer<\/td>\n<td>Relatif terbatas<\/td>\n<td>Sangat dominan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Partai Politik<\/td>\n<td>Banyak partai politik, namun dikendalikan oleh pemerintah<\/td>\n<td>Hanya sedikit partai politik, dikendalikan oleh pemerintah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kebebasan Pers<\/td>\n<td>Terbatas<\/td>\n<td>Terbatas<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<h2>Aspek Sosial Budaya<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22140\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/kelebihan-dan-kekurangan-pemerintahan-masa-orde-baru-n.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"525\" alt=\"Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru\" title=\"Orde kelebihan pertahanan budaya kebijakan politik keamanan 1966 sosial kelemahan kekurangan\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/kelebihan-dan-kekurangan-pemerintahan-masa-orde-baru-n.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/kelebihan-dan-kekurangan-pemerintahan-masa-orde-baru-n.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/kelebihan-dan-kekurangan-pemerintahan-masa-orde-baru-n.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Orde Baru, dengan segala kebijakannya, meninggalkan jejak yang mendalam dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia. Era ini diwarnai dengan upaya untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, stabil, dan terkendali. Kebijakan yang diterapkan, baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun sosial, membawa perubahan yang signifikan, baik positif maupun negatif, yang masih terasa hingga saat ini.<\/p>\n<p>Seperti halnya Orde Baru yang memiliki sisi baik dan buruk, menanam bunga matahari pun demikian. Ada kegembiraan saat melihat tunas hijau itu muncul, namun juga kekecewaan jika tak kunjung berbunga. Menanam bunga matahari, layaknya membangun negara, butuh kesabaran dan strategi yang tepat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/pulung.net\/viral\/cara-menanam-bunga-matahari\/\">Cara Menanam Bunga Matahari<\/a> yang baik akan menghasilkan bunga yang indah dan mekar sempurna, layaknya pembangunan yang berkelanjutan dan sejahtera.  Orde Baru, dengan segala kontroversinya, telah meninggalkan warisan, baik dan buruk, yang terus kita pelajari hingga saat ini. <\/p>\n<h3>Dampak Kebijakan Orde Baru terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia<\/h3>\n<p>Kebijakan Orde Baru yang berfokus pada pembangunan ekonomi, dengan semangat &#8220;pembangunan nasional&#8221;, membawa dampak yang luas terhadap kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Di satu sisi, kebijakan ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi di sisi lain, juga menciptakan kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin lebar.<\/p>\n<ul>\n<li>Program transmigrasi, yang bertujuan untuk meratakan penduduk dan membuka lahan baru di daerah terpencil, menimbulkan konflik sosial di daerah tujuan. <\/li>\n<li>Pembangunan infrastruktur yang masif, seperti jalan raya, bendungan, dan pelabuhan, memang meningkatkan konektivitas antar wilayah, tetapi juga berdampak pada penggusuran masyarakat dan kerusakan lingkungan. <\/li>\n<li>Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin konsumtif dan individualistis, dipengaruhi oleh arus globalisasi, juga merupakan dampak dari kebijakan pembangunan ekonomi Orde Baru. <\/li>\n<\/ul>\n<h3>Perubahan Budaya Selama Era Orde Baru<\/h3>\n<p>Orde Baru juga membawa perubahan budaya yang signifikan di Indonesia. Upaya untuk menciptakan kestabilan dan ketertiban sosial berdampak pada berbagai aspek budaya, termasuk seni, musik, dan film. <\/p>\n<p>Seperti halnya Orde Baru yang memiliki sisi baik dan buruk, begitu pula dengan makanan. Kita mengenal manfaat dari makanan tinggi serat yang membantu pencernaan, seperti yang dijelaskan dalam artikel <a href=\"https:\/\/pulung.net\/viral\/makanan-tinggi-serat\/\">Makanan Tinggi Serat<\/a>. Namun, konsumsi berlebihan pun bisa berdampak negatif.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan Orde Baru, meskipun ada kemajuan ekonomi dan stabilitas politik, sisi gelapnya seperti korupsi dan pelanggaran HAM tidak dapat diabaikan. <\/p>\n<ul>\n<li>Seni dan budaya dianggap sebagai alat untuk menyebarkan ideologi Pancasila dan nasionalisme. Karya seni yang dianggap berbau komunisme atau bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dikekang, bahkan dilarang. <\/li>\n<li>Musik populer, seperti dangdut dan pop, berkembang pesat di era ini, mencerminkan budaya populer yang sedang berkembang. <\/li>\n<li>Film Indonesia mengalami masa keemasan, dengan munculnya banyak film bertema perjuangan, patriotisme, dan pembangunan. Namun, film-film yang dianggap bermuatan politik atau kontroversial seringkali mendapat sensor ketat. <\/li>\n<\/ul>\n<h3>Program Pembangunan Sosial Orde Baru<\/h3>\n<p>Orde Baru juga menjalankan berbagai program pembangunan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. <\/p>\n<ul>\n<li>Program wajib belajar 9 tahun bertujuan untuk meningkatkan angka melek huruf dan akses terhadap pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. <\/li>\n<li>Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. <\/li>\n<li>Program pembangunan infrastruktur kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas, bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil. <\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan: Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-22141\" src=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/3001533549.jpg?strip=all&lossy=1&ssl=1\" width=\"700\" height=\"466\" alt=\"Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/3001533549.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;ssl=1 700w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/3001533549.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=258&amp;ssl=1 258w, https:\/\/ekoiuby5o4a.exactdn.com\/viral\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/3001533549.jpg?strip=all&amp;lossy=1&amp;w=516&amp;ssl=1 516w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Orde Baru, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Era ini mengajarkan kita tentang pentingnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, namun juga mengingatkan kita akan bahaya otoritarianisme dan penindasan. Dari masa lalu, kita dapat belajar untuk membangun masa depan yang lebih baik, di mana kemajuan ekonomi beriringan dengan penegakan HAM, keadilan sosial, dan demokrasi yang kuat.<\/p>\n<h2>Informasi Penting &#038; FAQ<\/h2>\n<p><strong>Apakah Orde Baru benar-benar berhasil dalam membangun ekonomi Indonesia?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, Orde Baru berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan, ditandai dengan peningkatan pendapatan per kapita dan penurunan angka kemiskinan. Namun, ketimpangan sosial dan korupsi juga meningkat selama periode ini. <\/p>\n<p><strong>Apakah militer memiliki peran penting dalam pemerintahan Orde Baru?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, militer memiliki peran yang sangat penting dalam pemerintahan Orde Baru. Mereka memegang posisi kunci dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan politik. <\/p>\n<p><strong>Apa saja contoh program pembangunan sosial yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru?<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Orde Baru menjalankan program pembangunan sosial seperti program keluarga berencana (KB), pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelebihan Dan Kekurangan Orde Baru &#8211; Orde Baru, era yang membentang selama tiga dekade, meninggalkan jejak yang dalam di benak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22141,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[3868,2],"tags":[4120,4666,4661,3865,7877],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22142"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22142"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22142\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pulung.net\/viral\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}