Mengapa Gerakan pada Tumbuhan Disebut sebagai Gerak Pasif?
Dunia tumbuhan dipenuhi dengan gerakan yang menakjubkan. Dari bunga yang membuka dan menutup hingga daun yang mengikuti arah matahari, gerakan tumbuhan ini sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka. Namun, tahukah Anda bahwa gerakan pada tumbuhan disebut sebagai gerak pasif? Mengapa demikian?
Gerak pasif pada tumbuhan terjadi karena adanya respons terhadap rangsangan dari lingkungan luar. Rangsangan tersebut dapat berupa cahaya, air, sentuhan, atau zat kimia. Ketika tumbuhan menerima rangsangan, sel-sel tumbuhan akan merespons dengan mengubah bentuk atau ukurannya. Perubahan ini menyebabkan gerakan pada bagian tumbuhan tersebut.
Definisi Gerak Pasif pada Tumbuhan

Gerak pasif pada tumbuhan adalah gerakan yang terjadi pada tumbuhan tanpa adanya rangsangan dari luar. Gerakan ini terjadi karena adanya perubahan tekanan turgor sel tumbuhan.
Tekanan turgor adalah tekanan yang terjadi pada dinding sel tumbuhan akibat adanya cairan sel yang mendorong dinding sel. Perubahan tekanan turgor dapat terjadi karena adanya perubahan kadar air dalam sel tumbuhan. Ketika kadar air dalam sel tumbuhan meningkat, maka tekanan turgor akan meningkat.
Sebaliknya, ketika kadar air dalam sel tumbuhan menurun, maka tekanan turgor akan menurun.
Contoh Gerak Pasif pada Tumbuhan
- Gerak menutupnya daun putri malu ketika disentuh.
- Gerak membuka dan menutupnya stomata pada daun.
- Gerak naiknya air dari akar ke daun melalui xilem.
- Gerak turunnya zat makanan dari daun ke akar melalui floem.
Jenis-Jenis Gerak Pasif pada Tumbuhan

Gerak pasif pada tumbuhan merupakan gerakan yang terjadi akibat adanya rangsangan dari luar, tanpa melibatkan aktivitas sel tumbuhan itu sendiri. Jenis-jenis gerak pasif pada tumbuhan antara lain:
Nasti
Nasti adalah gerak pasif pada tumbuhan yang terjadi sebagai respons terhadap perubahan kondisi lingkungan, seperti cahaya, suhu, dan sentuhan. Jenis-jenis nasti antara lain:
- Fotonasti: Gerak nasti yang terjadi sebagai respons terhadap cahaya. Contohnya, bunga matahari yang menghadap ke arah matahari.
- Termonasti: Gerak nasti yang terjadi sebagai respons terhadap suhu. Contohnya, bunga tulip yang mekar di musim semi.
- Tigmonasti: Gerak nasti yang terjadi sebagai respons terhadap sentuhan. Contohnya, daun putri malu yang menutup ketika disentuh.
- Sismonasti: Gerak nasti yang terjadi sebagai respons terhadap getaran. Contohnya, bunga mimosa yang menutup ketika disentuh atau digoyang.
Tropisme
Tropisme adalah gerak pasif pada tumbuhan yang terjadi sebagai respons terhadap arah datangnya rangsangan. Jenis-jenis tropisme antara lain:
- Fototropisme: Gerak tropisme yang terjadi sebagai respons terhadap cahaya. Contohnya, batang tumbuhan yang tumbuh ke arah cahaya.
- Geotropisme: Gerak tropisme yang terjadi sebagai respons terhadap gaya gravitasi. Contohnya, akar tumbuhan yang tumbuh ke bawah.
- Hidrotropisme: Gerak tropisme yang terjadi sebagai respons terhadap air. Contohnya, akar tumbuhan yang tumbuh ke arah sumber air.
Taksis
Taksis adalah gerak pasif pada tumbuhan yang terjadi sebagai respons terhadap rangsangan kimia. Jenis-jenis taksis antara lain:
- Kemotaksis: Gerak taksis yang terjadi sebagai respons terhadap zat kimia. Contohnya, bakteri yang bergerak menuju sumber makanan.
- Fototaksis: Gerak taksis yang terjadi sebagai respons terhadap cahaya. Contohnya, kupu-kupu yang terbang menuju cahaya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gerak Pasif pada Tumbuhan

Gerak pasif pada tumbuhan merupakan respons terhadap rangsangan lingkungan. Faktor-faktor yang memengaruhi gerak pasif pada tumbuhan meliputi:
Jenis Rangsangan
Jenis rangsangan yang diterima tumbuhan akan memengaruhi jenis gerak pasif yang terjadi. Misalnya, rangsangan cahaya akan menyebabkan tumbuhan melakukan gerak fototropisme, rangsangan air akan menyebabkan tumbuhan melakukan gerak hidrotropisme, dan rangsangan sentuhan akan menyebabkan tumbuhan melakukan gerak tigmotropisme.
Intensitas Rangsangan
Intensitas rangsangan yang diterima tumbuhan juga akan memengaruhi gerak pasif yang terjadi. Semakin kuat intensitas rangsangan, semakin cepat dan kuat gerak pasif yang terjadi. Misalnya, semakin kuat cahaya yang diterima tumbuhan, semakin cepat tumbuhan melakukan gerak fototropisme.
Durasi Rangsangan
Durasi rangsangan yang diterima tumbuhan juga akan memengaruhi gerak pasif yang terjadi. Semakin lama durasi rangsangan, semakin kuat dan bertahan lama gerak pasif yang terjadi. Misalnya, semakin lama tumbuhan menerima cahaya, semakin kuat tumbuhan melakukan gerak fototropisme.
Kondisi Tumbuhan
Kondisi tumbuhan juga akan memengaruhi gerak pasif yang terjadi. Tumbuhan yang sehat dan kuat akan lebih cepat dan kuat melakukan gerak pasif dibandingkan tumbuhan yang lemah dan sakit. Misalnya, tumbuhan yang sehat akan lebih cepat melakukan gerak fototropisme dibandingkan tumbuhan yang sakit.
Mekanisme Gerak Pasif pada Tumbuhan
Gerak pasif pada tumbuhan merupakan respons terhadap rangsangan lingkungan yang tidak melibatkan aktivitas metabolisme tumbuhan. Gerak pasif terjadi akibat adanya perubahan tekanan turgor sel, yang merupakan tekanan air di dalam sel tumbuhan. Perubahan tekanan turgor sel ini disebabkan oleh perubahan konsentrasi zat terlarut di dalam sel.
Ketika konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi zat terlarut di luar sel, air akan masuk ke dalam sel melalui osmosis. Hal ini menyebabkan tekanan turgor sel meningkat dan sel menjadi mengembang. Sebaliknya, ketika konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih rendah daripada konsentrasi zat terlarut di luar sel, air akan keluar dari sel melalui osmosis.
Hal ini menyebabkan tekanan turgor sel menurun dan sel menjadi mengerut.
Perubahan tekanan turgor sel ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam gerakan pada tumbuhan, seperti:
- Gerak membuka dan menutup stomata: Stomata adalah pori-pori kecil pada permukaan daun yang berfungsi untuk mengatur pertukaran gas antara tumbuhan dan lingkungan. Ketika tekanan turgor sel di sekitar stomata tinggi, stomata akan terbuka. Sebaliknya, ketika tekanan turgor sel di sekitar stomata rendah, stomata akan tertutup.
- Gerak menutupnya daun: Ketika tekanan turgor sel di dalam daun tinggi, daun akan membuka lebar. Sebaliknya, ketika tekanan turgor sel di dalam daun rendah, daun akan menutup.
- Gerak kuncup bunga: Ketika tekanan turgor sel di dalam kuncup bunga tinggi, kuncup bunga akan membuka. Sebaliknya, ketika tekanan turgor sel di dalam kuncup bunga rendah, kuncup bunga akan menutup.
- Gerak akar: Akar tumbuhan tumbuh ke arah sumber air dan nutrisi. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan tekanan turgor sel di dalam akar. Ketika tekanan turgor sel di ujung akar tinggi, ujung akar akan tumbuh memanjang. Sebaliknya, ketika tekanan turgor sel di ujung akar rendah, ujung akar akan berhenti tumbuh.
Pentingnya Gerak Pasif pada Tumbuhan
Gerak pasif pada tumbuhan adalah respons terhadap rangsangan lingkungan yang tidak melibatkan penggunaan energi oleh tumbuhan itu sendiri. Gerak pasif ini sangat penting bagi tumbuhan untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Ada berbagai jenis gerak pasif pada tumbuhan, dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Contoh-Contoh Gerak Pasif pada Tumbuhan
- Gerak higroskopis: Gerak higroskopis adalah gerak yang terjadi akibat perubahan kadar air dalam sel tumbuhan. Misalnya, ketika kadar air dalam sel tumbuhan tinggi, sel akan mengembang dan menyebabkan tumbuhan tumbuh tegak. Sebaliknya, ketika kadar air dalam sel tumbuhan rendah, sel akan menyusut dan menyebabkan tumbuhan layu.
- Gerak geotropisme: Gerak geotropisme adalah gerak yang terjadi akibat pengaruh gaya gravitasi bumi. Misalnya, akar tumbuhan akan tumbuh ke bawah karena pengaruh gaya gravitasi bumi, sedangkan batang tumbuhan akan tumbuh ke atas karena pengaruh gaya gravitasi bumi.
- Gerak fototropisme: Gerak fototropisme adalah gerak yang terjadi akibat pengaruh cahaya. Misalnya, batang tumbuhan akan tumbuh ke arah cahaya, sedangkan akar tumbuhan akan tumbuh menjauh dari cahaya.
- Gerak tigmotropisme: Gerak tigmotropisme adalah gerak yang terjadi akibat pengaruh sentuhan. Misalnya, sulur tumbuhan akan melilit benda yang disentuhnya, sedangkan akar tumbuhan akan tumbuh menjauh dari benda yang disentuhnya.
Aplikasi Gerak Pasif pada Tumbuhan dalam Bidang Pertanian dan Hortikultura

Gerak pasif pada tumbuhan memiliki beberapa aplikasi penting dalam bidang pertanian dan hortikultura. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan gerak pasif pada tumbuhan untuk meningkatkan penyerapan air dan nutrisi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur posisi tanaman sedemikian rupa sehingga akar tanaman dapat lebih mudah menyerap air dan nutrisi dari tanah.Pemanfaatan
gerak pasif pada tumbuhan juga dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan hortikultura. Misalnya, dengan mengatur posisi tanaman sedemikian rupa sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari yang lebih banyak, maka tanaman akan dapat tumbuh lebih baik dan menghasilkan lebih banyak hasil panen.
Kesimpulan Akhir

Gerak pasif pada tumbuhan sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka. Gerakan ini membantu tumbuhan untuk mendapatkan cahaya matahari, air, dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang biak. Selain itu, gerak pasif juga membantu tumbuhan untuk melindungi diri dari bahaya, seperti angin kencang dan hujan lebat.