Jumlah Sujud Yang Dilakukan Dalam Sujud Sahwi Sebanyak Dua Kali
Dalam melaksanakan ibadah sholat, terkadang kita tidak sengaja melakukan kesalahan atau lupa dalam bacaan atau gerakan. Untuk memperbaiki kesalahan atau lupa tersebut, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi. Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan setelah salam pada akhir sholat.
Pada artikel ini, kita akan membahas tentang sujud sahwi, mulai dari pengertian, jumlah sujud, tata cara melakukannya, hikmah di balik pelaksanaannya, hingga perbedaan pendapat di antara madzhab tentang jumlah sujud sahwi.
Mengenal Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan untuk mengganti kesalahan atau kekurangan dalam sholat. Kesalahan atau kekurangan tersebut dapat berupa menambah atau mengurangi bacaan, gerakan, atau rukun sholat lainnya.
Contoh situasi ketika sujud sahwi dilakukan adalah:
- Menambah bacaan pada rakaat pertama sholat subuh.
- Melupakan gerakan ruku’ pada rakaat kedua sholat zuhur.
- Meninggalkan bacaan surat Al-Fatihah pada rakaat ketiga sholat ashar.
Beberapa dalil yang menjelaskan tentang sujud sahwi, antara lain:
- Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra. yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan sujud sahwi setelah mengucapkan salam pada akhir sholat.
- Hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jabir bin Abdillah ra. yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan sujud sahwi setelah mengucapkan salam pada akhir sholat.
- Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud dari Ali bin Abi Thalib ra. yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan sujud sahwi setelah mengucapkan salam pada akhir sholat.
Jumlah Sujud Sahwi

Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan untuk menutup shalat karena ada kesalahan yang terjadi dalam shalat tersebut. Jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam satu rakaat adalah dua kali. Sujud sahwi dilakukan setelah salam dan sebelum doa.
Tata cara melakukan sujud sahwi adalah sebagai berikut:
- Setelah salam, duduk sejenak.
- Kemudian, sujud dua kali seperti sujud biasa.
- Setelah sujud kedua, duduk sejenak.
- Kemudian, salam kembali.
- Kemudian, doa.
Tabel Jumlah Sujud Sahwi dan Tata Cara Melakukannya
| Jumlah Sujud Sahwi | Tata Cara Melakukannya |
|---|---|
| 2 kali | Setelah salam, duduk sejenak. Kemudian, sujud dua kali seperti sujud biasa. Setelah sujud kedua, duduk sejenak. Kemudian, salam kembali. Kemudian, doa. |
Hikmah Sujud Sahwi

Sujud sahwi merupakan bagian penting dalam sholat yang memiliki hikmah dan manfaat yang besar. Berikut adalah beberapa hikmah di balik pelaksanaan sujud sahwi:
Melengkapi Sholat yang Kurang
Sujud sahwi dilakukan untuk melengkapi sholat yang kurang atau ada kesalahan. Dengan melakukan sujud sahwi, maka sholat tersebut menjadi sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Menghapus Kesalahan dalam Sholat
Sujud sahwi juga berfungsi untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam sholat. Kesalahan tersebut bisa berupa gerakan, bacaan, atau niat yang salah. Dengan melakukan sujud sahwi, maka kesalahan-kesalahan tersebut diampuni oleh Allah SWT.
Menambah Pahala Sholat
Sujud sahwi juga dapat menambah pahala sholat. Pahala tersebut diberikan kepada orang yang melakukan sujud sahwi dengan ikhlas dan benar.
Menumbuhkan Kesadaran Diri
Sujud sahwi dapat menumbuhkan kesadaran diri bagi seorang muslim. Ketika melakukan sujud sahwi, seorang muslim akan menyadari bahwa dirinya tidak luput dari kesalahan. Kesadaran ini akan mendorong seorang muslim untuk selalu berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas sholatnya.
Contoh Manfaat Sujud Sahwi
Berikut adalah kisah nyata tentang seseorang yang pernah merasakan manfaat sujud sahwi:
Seorang wanita bernama Aisyah pernah melakukan kesalahan dalam sholatnya. Ia lupa membaca surah Al-Fatihah pada rakaat pertama. Setelah menyadari kesalahannya, ia langsung melakukan sujud sahwi. Setelah itu, ia merasa tenang dan lega karena kesalahannya telah diampuni oleh Allah SWT.
Sujud Sahwi dalam Perspektif Madzhab

Di antara madzhab-madzhab fikih terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam sholat. Perbedaan pendapat ini didasarkan pada dalil-dalil yang berbeda yang digunakan oleh masing-masing madzhab.
Pendapat Madzhab Syafi’i
Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam sholat adalah dua sujud. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan dua sujud sahwi setelah selesai sholat.
Pendapat Madzhab Hanafi
Madzhab Hanafi berpendapat bahwa jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam sholat adalah satu sujud. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan satu sujud sahwi setelah selesai sholat.
Pendapat Madzhab Maliki
Madzhab Maliki berpendapat bahwa jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam sholat adalah dua sujud. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dari Ibnu Umar RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan dua sujud sahwi setelah selesai sholat.
Pendapat Madzhab Hanbali
Madzhab Hanbali berpendapat bahwa jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam sholat adalah satu sujud. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan satu sujud sahwi setelah selesai sholat.
Perbedaan Pendapat tentang Jumlah Sujud Sahwi dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan Sholat
Perbedaan pendapat tentang jumlah sujud sahwi yang dilakukan dalam sholat dapat mempengaruhi pelaksanaan sholat seseorang. Bagi orang yang mengikuti madzhab Syafi’i atau Maliki, maka mereka akan melakukan dua sujud sahwi setelah selesai sholat. Sedangkan bagi orang yang mengikuti madzhab Hanafi atau Hanbali, maka mereka akan melakukan satu sujud sahwi setelah selesai sholat.
Perbedaan pendapat tentang jumlah sujud sahwi ini tidak mempengaruhi sah atau tidaknya sholat. Sholat tetap sah meskipun seseorang hanya melakukan satu sujud sahwi, meskipun menurut madzhabnya seharusnya melakukan dua sujud sahwi.
Sujud Sahwi dalam Praktik Sholat Sehari-hari
Sujud sahwi merupakan bagian dari ibadah sholat yang dilakukan sebagai bentuk pengingat dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Sujud sahwi dilakukan ketika terjadi kesalahan atau kekurangan dalam sholat, baik yang disengaja maupun tidak.
Tips untuk Mengingat Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi dengan Benar
- Pelajari dan pahami tata cara melakukan sujud sahwi dengan benar, baik dari segi gerakan maupun bacaan.
- Biasakan diri untuk melakukan sujud sahwi setiap kali terjadi kesalahan atau kekurangan dalam sholat.
- Jangan malu atau canggung untuk melakukan sujud sahwi, meskipun sedang berada di tengah-tengah sholat berjamaah.
Cara Mengatasi Rasa Malu atau Canggung ketika Melakukan Sujud Sahwi di Tengah-tengah Sholat Berjamaah
- Yakinlah bahwa sujud sahwi merupakan bagian dari ibadah sholat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
- Ingatlah bahwa kesalahan atau kekurangan dalam sholat merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi pada siapa saja.
- Jangan khawatir tentang pandangan orang lain, karena yang terpenting adalah Anda telah berusaha untuk memperbaiki kesalahan atau kekurangan tersebut.
Ilustrasi Seseorang Sedang Melakukan Sujud Sahwi dalam Sholat
Berikut ini adalah ilustrasi seseorang sedang melakukan sujud sahwi dalam sholat:
- Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat.
- Takbiratul ihram (Allahu Akbar).
- Ruku’ dengan meletakkan kedua tangan di atas lutut.
- I’tidal (berdiri tegak) dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga.
- Sujud dengan meletakkan kedua tangan, dahi, hidung, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
- Duduk di antara dua sujud dengan posisi iftirasy (duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan).
- Sujud kembali dengan gerakan yang sama seperti sujud pertama.
- Duduk kembali di antara dua sujud dengan posisi iftirasy.
- Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat.
- Salam (Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh) ke kanan dan ke kiri.
Simpulan Akhir

Demikianlah pembahasan tentang sujud sahwi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang ibadah sholat. Dengan memahami tata cara dan hikmah sujud sahwi, kita dapat memperbaiki kesalahan atau lupa dalam sholat dengan benar dan khusyuk.